Waspada Konstipasi Pada Anak Saat Pandemi, Begini Cara Mengatasinya

American Fighter Clothing | Short Sleeves, Long Sleeves, Tank Tops, Hoodies & Jackets, Bottoms, Accessories. Pro Keds

Jakarta

Pandemi COVID-19 membuat aktivitas masyarakat di luar rumah, baik orang dewasa maupun anak-anak, harus dibatasi. Demi menghindari penularan virus Corona, anak-anak harus menjalankan aktivitas belajar hingga bermain di rumah.

Perubahan situasi akibat pandemi mengubah pola kegiatan anak-anak. Jika pada kondisi normal mereka bebas bermain di luar rumah bersama kawan, saat pandemi anak cenderung lebih banyak menghabiskan waktu di dalam rumah dengan mengandalkan gadget atau game konsol sebagai sumber hiburan.

Pola aktivitas tersebut mengantarkan anak pada gaya hidup sedentari, atau kebiasaan kurang gerak fisik. Hal itu dapat berimbas negatif bagi kesehatan anak yang sedang dalam masa tumbuh kembang.

Kurangnya aktivitas fisik memunculkan risiko kesehatan bagi anak, seperti potensi mengidap penyakit diabetes, obesitas, dan lainnya. Kesehatan mental juga bisa terdampak apabila anak terlalu banyak diam di rumah.

Masalah kesehatan lain yang mungkin muncul ketika anak kurang aktivitas fisik, yakni konstipasi atau sembelit. Hal ini ditandai dengan frekuensi buang air besar yang lebih sedikit dari normal, dan rasa sakit saat buang air besar.

Melansir situs resmi Stanford for Children’s Health, gejala konstipasi yang paling umum yaitu intensitas buang air besar kurang dari tiga kali dalam sepekan. Rasa sakit di dubur saat mengalami konstipasi disebabkan feses (kotoran) yang kering dan keras sehingga sulit dikeluarkan.

Konstipasi terjadi akibat otot usus besar bergerak terlalu lambat, mengakibatkan jumlah air yang diserap usus besar dari feses lebih banyak dari biasanya. Itulah yang membuat feses menjadi kering dan keras karena kekurangan air.

Mencuplik penjabaran National Centre for Biotechnological Information, terlalu sering mengonsumsi makanan tinggi lemak namun minim serat merupakan salah satu penyebab utama konstipasi. Sebab, makanan seperti itu akan sulit diproses sistem pencernaan dan memakan waktu lebih lama dari makanan yang tinggi serat. Penyebab lainnya, bisa pula karena kurang minum. Selain itu, seperti yang sudah disinggung sebelumnya, konstipasi mungkin terjadi saat anak kurang aktivitas fisik.

Konstipasi dapat diatasi dengan memperbanyak gerak fisik agar kontraksi otot di saluran pencernaan menjadi lebih lancar. Selain itu, anak-anak mesti diberikan makanan dengan nutrisi yang seimbang. Makanan sebaiknya memiliki kandungan lemak, protein, dan serat yang sesuai kebutuhan tubuh anak. Dengan begitu, kecukupan nutrisi bisa tercapai dan saluran pencernaan dapat memprosesnya dengan mudah.

Kalbe Liprolac Kids SachetKalbe Liprolac Kids Sachet Foto: Dok. Kalbe

Pemberian suplemen juga dapat membantu mengatasi masalah konstipasi pada anak. Berikan mereka suplemen untuk menyehatkan saluran pencernaan. Salah satu pilihan suplemen yang dapat dikonsumsi anak, yakni Kalbe Liprolac Kids Sachet.

Liprolac Kids mengandung kombinasi bakteri baik, vitamin A,E, dan B2, mineral, serta berbagai kandungan lainnya yang baik untuk kesehatan saluran pencernaan. Produk suplemen tersebut aman dikonsumsi 1-2 sachet per hari. Dapat dikonsumsi langsung atau dilarutkan dalam air.

Simak Video “Penggunaan Massal Vaksin GX19 Diprediksi di Agustus 2021
[Gambas:Video 20detik]
(akn/ega)





Source link

Total Page Visits: 39 - Today Page Visits: 2