Mengenal Lebih Jauh Badai Sitoksin, Penyebab Suami Joanna Alexandra Meninggal : Okezone Lifestyle

American Fighter Clothing | Short Sleeves, Long Sleeves, Tank Tops, Hoodies & Jackets, Bottoms, Accessories. Pro Keds

KABAR duka menyelimuti keluarga Joanna Alexandra, karena suaminya Raditya Oloan meninggal dunia. Raditya Oloan sendiri mengalami kritis, meskipun saat dites dia dinyatakan negatif Covid-19. Menurut keterangan Joanna, Raditya mengalami cytokine storm (badai cytokine) yang menyebabkan hyper-inflamation di seluruh tubuhnya.

Lantas, kenapa badai sitokin sangat berbahaya untuk tubuh manusia? Dijelaskan Dokter Spesialis Paru RS Awal Bros Bekasi Timur dr. Annisa Sutera Insani, SpP, badai sitokin adalah kondisi saat sistem imun tubuh melawan virus dan ini biasanya terjadi saat adanya infeksi berat atau sepsis.

Jadi, saat tubuh mengalami sepsis, seperti demam, denyut nadi cepat, sesak napas, biasanya itu menjadi tanda dari terjadinya badai sitokin. Namun, menjadi catatan di sini bahwa badai sitokin sendiri tidak bisa dilihat dari luar. “Badai sitokin itu terjadi saat tubuh mengalami kondisi sepsis,” ungkapnya pada Okezone.

Joanna dan Suami

Menurutnya, semua pasien yang terinfeksi virus apapun akan mengalami badai sitokin. Terlebih ketika sistem imun tubuh mereka tidak cukup kuat untuk melawan virus jahat tersebut. “Intinya, kalau tubuh Anda sedang diserang virus, kemudian sistem imun yang ada kekurangan ‘tentara’ sitokin, maka itulah yang dinamakan badai sitokin,” tegasnya.

“Saat badai sitokin muncul, tubuh juga akan mengalami demam, sesak napas, denyut jantung cepat atau yang disebutkan di awal dengan kondisi sepsis. Nah, kalau kondisi semakin buruk, tensi bisa turun karena virusnya sulit untuk dikalahkan,” jelasnya.

Baca Selengkapnya: Dialami Suami Joanna Alexandra Sebelum Meninggal, Kenapa Badai Sitokin Berbahaya?

(mrt)



Source link

Total Page Visits: 27 - Today Page Visits: 1